16/05/13

Birthday Hectic Trip, Malang-Solo-Jogja


Kenapa judul posting blog kali ini “Birthday Hectic Trip”, karena memang bertepatan dengan ulang tahun saya dan memang trip yang hectic. 3 kota dalam 6 hari...heghegh. Dengan siapa trip ini dilakukan... tentu saja “duo flamingo”, partner korban racun travelingku si wulan.

First destination : Malang

tiket matarmaja
Ini adalah tiket bersejarah, karena harganya masih 51.000. Sejak akhir bulan maret, tiket kereta ekonomi matarmaja naik 150%, dari 51.000 menjadi 130.000, dengan fasilitas tambahan berupa AC. Kenaikan tiket kereta ekonomi nggak Cuma berlaku buat matarmaja, tapi juga kereta ekonomi yang lain. Misalnya, KA Progo Jakarta-yogyakarta dari 35.000 menjadi 90.000. Tiket untuk destinasi pertama sudah dipegang dari 2 bulan yg lalu,Jadi tiket “bersejarah” ini sayang kalau nggak dimanfaatkan.

KA Matarmaja ramai orang-orang bawa keril. Tempat tas diatas tempat duduk saja, dari ujung ke ujung isinya keril. Mereka adalah para calon pendaki Gunung Semeru, sementara saya dan wulan adalah calon pelarian gagal semeru.

X : “mbak, rombongannya berapa orang?”
V: “berdua aja”
X: “wooow...Cuma berdua aja? Mau naik semeru juga kan?”
V: “nggak... kita mau pulang kampung.heghegh”

Stasiun Kota Baru Malang
Kita berdua awalnya memang punya rencana untuk ke semeru, tapi rencana itu di cancel dengan berbagai alasan. Rencana ke semeru boleh gagal... tapi rencana memanfaatkan long weekend harus tetep jalan dan kita menyusun sendiri itinery “city tour” 3 kota. Memang sempat ada “racun sindoro sumbing” mampir ke telinga, tapi kalau kena racun itu kita harus mengeluarkan budget lagi untuk tiket. Jadi tetaplah Malang & Matarmaja yang berkuasa atas otakku saat itu.

Pukul 7 pagi, matarmaja sampai di stasiun kota baru malang, dan kita berdua langsung naik angkot menuju rumah saya yang letaknya tak jauh dari terminal Arjosari Malang. Sampai dirumah, mandi... dan kita jalan-jalan keliling kota malang, lengkap dengan kulinernya.

Hari kedua. Kita mulai tour ke pinggir Malang, masuk ke kota Batu. Tidak banyak tempat yang kita kunjungi disini. Kita mengintip Air tejun coban rondo, Alun-alun batu, kuliner, dan  BNS (Batu Night Spectacular).

Air terjun coban rondo
Selain coban rondo, ada banyak lagi air terjun di malang. Seperti coban pelangi, coban ra’is, coban talun, & coban jahe. Tapi akses yang paling mudah dicapai dalam waktu singkat Cuma coban rondo. Dari kota Malang ke Coban rondo bisa ditempuh selama 1 jam dengan motor.
Alun-alun kota Batu
Dari alun-alun batu, kita lanjut ke BNS. Batu Night Spectacular adalah taman hiburan sejenis Dufan tapi buka malam hari. Buka mulai Pukul 3 sore – 12 malam. Khusus untuk hari sabtu, sampai Pukul 2 pagi. Selain itu kalau hari sabtu, setiap pukul 11 malam ada atraksi air mancur menari dengan backsound lagu lagu romance, kayak My Heart Will Go on’nya Celine Dion gituu. So sweet kan??... Untung ke BNS sama wulan nggak pas hari sabtu... bisa meringis kita berdua.

Lampion Garden, Batu Night Spectacular
Primadonanya BNS adalah Taman Lampion. Taman lampion ini kurang lebih seluas 3 hektar. Lampion-lampion disini punya “tema”. Awal masuk taman lampion, temanya flora fauna, selanjutnya tokoh kartun disney, lanjut lagi temanya adalah “Love” lengkap dengan replika eiffel dan balon udara.


ini dia tema taman lampion yang bikin nyengir.kwkwkw
Taman lampion BNS
Paris?? bukaaan, Batu !!
BNS adalah destinasi terakhir di Kota Apel. Malam itu kita pulang kurang lebih pukul 11 malam, kemudian packing, persiapan untuk kota selanjutnya.

Second destination : Solo
Sabtu, 11 Mei 2013. Saya dan wulan naik malioboro ekspress menuju kota Solo, pukul 3 sore kita sampai di Stasiun Solo balapan. Solo menjadi tujuan berikutnya, dan niat kita berdua murni untuk silaturahmi dan menepati janji. Kita ke rumah mbak ita, salah satu mantan penghuni kontrakan di jakarta yang sudah menikah dan punya “baby”.

Ada yang lucu di Solo. Kita berdua sebelumnya nggak mengira kalau rumah mbak ita jauh banget dari kota. Sabtu malam, niat hati mau jalan-jalan, tapi yang kita temui Cuma kanan kiri jalanan yang gelap gulita secara jalan itu melintang diantara sawah dan kebun, tanpa lampu jalan. Semakin jauh melajukan motor, semakin nggak yakin lewat jalan yang bener.

V : “waduh lan... kok gelap gini yak... mana gag ada motor lain...”
W: “iya ya mbak... mana gag ada orang yang bisa ditanyain...”
V : “udah...puter balik aja apa yak...” (dialog dua orang bingung yang tak tau arah jalan pulang)

Entah berapa kali kita puter balik, yang jelas kita bisa balik lagi ke rumah mbak ita dengan selamat.

Minggu, 12 Mei 2013. Pagi-pagi kita sudah pamit dari rumah mbak ita untuk menuju jogja. Dari Solo ke Jogja, kita naik kereta Prameks (Prambanan Ekspres) pukul 11.01, sampai di jogja pukul 12.15. Tarif prameks Rp10.000.

Awalnya, saya kira Prameks itu seperti Comuter Line di jakarta, beli tiket setiap saat terus naik. Ternyata saya salah besar, pembelian tiket prameks itu dibuka 2 jam sebelum jadwal keberangkatan, pantesan pas kita sampai stasiun antrian sudah mengular. Lebih shock lagi, waktu saya nerima tiketnya disitu jelas ditulis “Berdiri” & “Tanpa tempat duduk”.

Tiket Prameks
Hlooh... maksudnya?? Jadi kalo kita beli tiketnya telat, kita udah siap mental pasti berdiri gitu??  Kira’in rebutan kayak Comuter Line...

Third destination : Yogyakarta
Pukul 12.15. Kita sampai di Stasiun Tugu Jogja, lanjut cari penginapan di sekitar Jalan Sosrowijayan, mandi (sumpah solo jogja panas banget), dan langsung jalan-jalan di sekitar kota jogja. Mengunjungi ikon-ikon kota jogja jadi pilihan dihari pertama, karena kita datang sudah terlalu siang, jadi nggak mungkin untuk ke pinggir jogja.

Benteng Vredeburg
Jl. Wijilan, sentra gudeg jogja
Alun-alun kidul jogja, kita juga sempat nyobain jalan
dengan mata tertutup ngelewatin dua pohon beringin kembar lhooh.hihiii
Musisi jalanan di sepanjang jalan Malioboro
Spending my last twenty three at jogja.
Detik detik pergantian hari dari tanggal 12 mei ke 13 mei saya lewatkan di Malioboro. Duduk dipinggir jalan, sambil nyimak pengamen yang beraksi. Dapat ucapan sederhana dari si wulan dengan modal pinjam korek warung pinggir jalan, lanjut naik andong keliling jogja sampai jam 1 pagi.
Hahaa... kereen... birthday at jogja...

Tragedi sewa motor
Sewa motor di jogja itu memang lebih enak dan praktis. Hanya dengan Rp.60.000, kita sudah bisa pakai motor seharian. Mindset ini memang sudah ada di otak saya, tapi pas mau sewa motor.....

Y : “kamu harus ngasih jaminan 2 juta”
V : “haaaah??? Serius pak?? Hehee... bapak jgn becanda dong”
Y : “lhooh...saya serius lho”

Yang perlu diketahui tentang sewa motor di jogja adalah kita harus ngasih uang jaminan sebesar paling nggak 2 juta, buat jaga jaga kalau motornya diculik. Awalnya saya pikir, jaminannya Cuma KTP...tapi saya salah besaaar. Kata tukang sewanya, ktp itu nggak ngejamin apa-apa, karena motornya sudah sering ilang dengan jaminan KTP.

Ampuuun... saya & wulan langsung shock, lemes, plus melas . Darimana uang 2 juta, jalan-jalan aja modal pas-pas’an. Tapi karena si bapak tukang sewa motor baik hati dan tidak sombong (atau gara-gara kasian liat muka melas kita), kita di ijinkan sewa motor dengan jaminan 2 KTP. Dengan motor itulah kita sampai parangtritis dan prambanan.

Hari kedua. Kita putuskan untuk ke pantai parangtritis dan candi prambanan. Dua destinasi ini jadi pilihan karena jarak tempuh dengan motor cukup singkat, meski sebenarnya pengen juga main ke daerah gunung kidul dan magelang. Tapi mengingat jadwal keberangkatan kereta pukul 15.30, pertimbangan waktu tidak memungkinkan untuk pergi kesana. Pukul 6 pagi kami berangkat menuju parangtritis, Cuma 45 menit dari kota jogja, kami sudah sampai di Pantai Parangtritis.

Parangtritis
Parangtritis khas dengan garis pantai yang panjang, bukit dan tebing
di sisi utara pantai. Karena kita sampai masih pagi, jadi masih ada embun
yang beradu dengan tebing dan debur ombak.
Prambanan
butuh waktu 1,5 jam naik motor dari parangtritis ke prambanan
Masuk prambanan, wajib pakai sarung, ini namanya "sarungisasi"
diterapkan sejak agustus tahun lalu, untuk melestarikan budaya sarung batik
Sebelum masuk ke prambanan, akan ada pos peminjaman sarung, for free lhoo.
Kuliner Malang-Solo-Jogja


Dari atas-kiri. Bakso malang, ceker setan (lokasinya dekat stasiun kota baru malang, bukanya mulai sore), pangsit mie bromo + es campur gunung rasa duren (ini lokasinya dekat stasiun kota baru juga), bakso bakar malang (di jalan ijen). Es duren malioboro (mak nyuuus bgt dah rasanya ), Nasi gudeg lauk ayam, Nasi gudeg lauk hati ampela (jl.wijilan jogja), angkringan + kopi joos (dekat stasiun tugu jogja, kopinya mantaaap ), dan yang terakhir adalah serabi imut rasa pandan & rasa pisang coklat keju + es yogurt (malang). Oh iya... di alun-alun batu, kita juga nyobain ketan, ketan duren pisang dan ketan bubuk kedelai. Semua ini adalah kuliner yg kita coba selama trip. 

Cute little baby
Aneh, disepanjang perjalanan kita Malang-Solo-Jogja kita pasti ketemu anak kecil. Di Malang, ketemu keponakanku yang waktu itu kupikir ada di bojonegoro. Perjalanan kereta Malang-Solo, duduk hadap-hadapan sama anak kecil yang super duper hiperaktif, tapi lucu. Sampai solo, ketemu nayla (mbak ita baby’s). Di Prambanan lebih lucu, pas kita foto bareng, tiba-tiba ada anak kecil yang langsung ikutan foto...heghegh. Di perjalanan kereta jogja-jakarta, ketemu balita lagi, tembem & lucu. Rasanya pengen masukin bocah bocah itu ke dalam keril...lumayan buat mainan di rumah. Kwkwkw.

My sweet little nephew "Raesha" dg kuncirnya makin bikin imuuut,
& nayla, mbak ita's baby
Tgl 13 Mei 2013 Kita kembali ke ibu kota, sampai di Jakarta pukul 1 pagi.

My Birthday, My Hectic Trip...was ended at jogja.
and we are having so much fun...






| Free Bussines? |

1 komentar: